Tampilkan postingan dengan label BERITA AKTUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA AKTUAL. Tampilkan semua postingan

Warung Said, Ngopi Yuk Tempat Nongkrong HOT Buat Ngopi Yuk

Posted by Berita Terbaru 2013 2 komentar
Warung Said, Ngopi Yuk itulah julukan yang kami berikan untuk warung ini. Warung yang berada di jalan Mojo 3 ini sekilas nampak seperti Warkop pada umumnya. Warkop ini menyimpan segudang keunikan dan merupakan Relaxing Place yang asik dan HOT. di tempat ini juga biasanya dijadikan ajang kumpul Blogger bagi Blogger Mojo. Banyak juga para Mahasiswa/Mahasiswi, para tukang becak , Executive Muda , dan pemuda - pemudi yang Kongkow di warung ini. Jadi tak heran jika banyak sekali pengunjungnya. bahkan banyak mahasiswa yang rela mengejar Deadline tugas di depan Notebook nya sambil Ngopi di warung ini. Aneh memang melihat orang ngopi di warkop bawa Notebook , tapi hal seperti ini sering terlihat di Warung Said, Ngopi Yuk . Termasuk saya dan beberapa teman blogger seperti Achiles , Copas, Chimoze, dan Pangeran66 yang sering Browsing ria men- Download Video , Download Wallpaper , Download Software dan Download Antivirus . karena memang terkadang ada WIFI nyasar di warung ini.

Menjabat sebagai General Manager adalah Mukid yang wajahnya mirip banget sama Uya Kuya, Sebagai Deputy Manager adalah irul seorang pemuda yang paham banget akan Computer dan IT . mereka berdua dibantu Said sang penjaga warung yang gokil dan mirip banget sama Fedi Nuril, serta kakak Said yang bernama Heri dia juga mirip sekali dengan Ariel Peterpan, Pokoknya yang nongkrong disini akan bertemu banyak Celebrity deh.. ha..ha..ha.. Senang memang bisa menghabiskan waktu di warung ini, karena makanan dan minuman yang ditawarkan sangat beragam, enak dan tentunya murah. Kami para Blogger mania pun mendapatkan banyak Inspirasi ketika Sharing bersama di warung ini, bahkan hanya untuk mencari Keywords yang jitu dan juga untuk mempelajari OPTIMASI SEO kami rela untuk pulang subuh.  


Warung Said, Ngopi Yuk dulunya sempat mendapat tentangan warga karena ada warga rese yang menduga warung ini sebagai warung Plus Plus dan warung tempat Mabuk. bukannya tanpa alasan, karena memang saat itu lagi marak Warung Plus Plus di Surabaya (baca Postingan Saya Tentang Warung Plus - Plus Namun karena memang kenyataanya tidak seperti itu maka warung ini tetap ramai dari waktu ke waktu. Irul sang wakil direktur berencana mengembangkan warung ini sebagai warung yang Cozy dan Modern ,  dia membeli sebidang tanah di sekitar warung ini, sehingga nantinya warung ini adalah warung permanent, bahkan dia juga ingin melengkapi warungnya dengan Internet Connection dengan memasang jaringan HOT SPOT WIFI di warkop ini. Keren bukan ? jarang lho ada warkop yang seperti ini. apalagi warung ini juga membuka Counter Pulsa yang melayani pengunjungnya 24 jam non stop Bagi kalian khususnya warga surabaya terutama Karang menjangan , Mojo , Jojoran dan sekitarnya yang ingin merasakan sensasi ngopi yang berbeda bisa segera meluncur ke tempat ini alamatnya di jalan mojo 3 sebelah Makam kuburan Balung. Dijamin kalian akan ketagihan untuk sekedar cangkruk dan menghisap rokok guna membunuh waktu serta kebosanan yang melanda.




Pengarang Buku Membongkar Gurita Cikeas Tantang SBY Debat

Posted by Berita Terbaru 2013 0 komentar
PENGARANG GURITA CIKEAS TANTANG PRESIDEN SBY DEBAT
CICAK VS BUAYA VERSI 2



Menarik memang mengikuti perkembangan kontroversial Buku Membongkar Gurita Cikeas, bisa kita simak di Google.com , hasil Searching Keywords (Kata Kunci) Buku Membongkar Gurita Cikeas hampir mencapai 100.000. Buku yang menyulut Controversy di Indonesia ini memang sangat banyak yang mencari Ebook Download nya. Beberapa hari diluncurkan sudah terancam dicekal, se-kontroversialkah buku karangan George Junus Aditjondro ini? bagi yang masih penasaran dapat menyimak di  BUKU MEMBONGKAR GURITA CIKEAS . 

Berita terbaru yang bergulir di masyarakat adalah sang pengarang buku George Junus Aditjondro menantang President Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 'Kalau SBY tidak terima dengan buku ini, saya siap diajak debat. Tapi, dengan catatan harus di hadapan publik," kata George di Kantor Galang Press, Jogjakarta, kemarin (28/12). Pernyataan itu bergulir karena George merasa gerah karena dinilai keluarga Cikeas bukunya tidak memiliki sumber,metodologi, dan data yang valid. Padahal menurutnya bahan penulisan dari buku itu sudah Verified. "Buku ini hilang di pasaran. Tapi, mengapa mereka bisa memberikan penyataan soal buku itu," tanyanya. Isi buku tersebut memang mengulas masalah keterlibatan keluarga besar SBY dalam kaitannya dengan kasus Bank Century. Buku itu juga mengungkap yayasan yang berafiliasi dengan Cikeas saat penggalangan suara serta finansial pada pemilu legislatif dan pilpres beberapa waktu lalu. Hasilnya, Partai Demokrat dan pasangan SBY-Boediono menang telak Buku tersebut juga mengupas tentang empat yayasan yang disebut sebagai perantara dana kampanye SBY pada pilpres lalu, yayasan tersebut adalah Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian, Majelis Dzikir SBY Nurussalam, dan Yayasan Mutumanikam Nusantara.

George tampaknya tersentil oleh statements beberapa pihak yang berkata kalau buku tersebut tak ubahnya seperti sampah. mereka menganggap metodologi buku George tidak valid dan sama seperti sampah. George menyatakan bahwa bukunya menggunakan metodologi studi internal dari tiap lembaga yang menjadi objek penelitiannya dan dia mengintepretasikan dengan data-data dari website tiap-tiap lembaga tersebut. " Kalau buku ini sampah, berarti situs-situs resmi lembaga yang saya teliti itu sampahnya sampah. Sebab, saya melakukan kajian dari sana," jelas George yang tidak terima bukunya disebut sampah. Pengacara Galang Press Jeremias Lemek SH pun ikut angkat bicara mengenai ini. " Buku merupakan karya ilmiah. Karena itu, meng-counter-nya juga harus dengan cara-cara ilmiah. ''Salah satunya bisa dengan menerbitkan buku tandingan atau debat publik agar masyarakat terdidik," ujarnya. 


Juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha mengungkiapkan sikap presiden SBY "Buku itu sudah ada di Cikeas. Presiden tentu prihatin dengan isinya. Buku itu kini dibedah lagi,'' ujar pasha. Pasha juga mengcounter anggapan empat yayasan yang ditudingkan sebagai pengeruk uang tersebut ''Yayasan itu kan nonprofit. Jadi, tidak mungkin dan jelas keliru jika menjadi mesin uang,'' kata Pasha. Saat ini memang sedang dikaji dan diteliti akurasi data tentang buku tersebut, sebab buku itu dikhawatirkan bisa membawa persepsi publik ke arah yang negatif. President SBY memang belum mengambil langkah hukum terkait buku tersebut. Namun kata Julian Aldrin Pasha Yayasan dan lembaga yang disebut dalam buku itu bisa saja mengambil tindakan hukum dan melayangkan gugatan. "Banyak pihak yang disebut di situ, bukan hanya presiden. Pihak-pihak atau yayasan yang disebut bi­sa saja melayangkan gugatan,'' Tandas Pasha. Tentunya hal ini mengingatkan kita pada kasus KPK VS POLRI yang diibaratkan dengan CICAK VS BUAYA